10.7.12

Mimpi-Mimpi Einstein











ISBN: 979-9203-31-7
Judul: Mimpi-Mimpi Einstein
Penulis: Alan Lightman
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
Jumlah Halaman: 154 halaman


Tak banyak manusia yang dengan sengaja memikirkan waktu. Memikirkan berbagai macam skenario makna waktu dan mengapa waktu itu ada. Tak aneh jika seorang Einstein mau bersusah payah untuk memikirkannya. Dalam buku ini, berbagai skenario diceritakan dengan cerdasnya oleh Alan Lightman, masing-masing bercerita tentang apa yang terjadi jika suatu waktu didefinisikan sebagai suatu yang tidak pernah dipikirkan oleh kita.

Berikut nukilannya:
9 Juni 1905
Andaikan manusia hidup selamanya.
Secara unik, warga di tiap kota terbagi menjadi dua: Kelompok Belakangan dan Kelompok Sekarang.
Kelompok Belakangan bersikukuh untuk tidak perlu buru-buru kuliah di universitas, belajar bahasa asing, membaca karya Voltaire atau Newton, meniti karir, jatuh cinta, berkeluarga. Untuk semua itu, waktu tak terbatas. Sepanjang waktu abadi, segala sesuatu bisa dipenuhi. Semua bisa menunggu. Bukankah tindakan yang terburu-buru bisa berbuah kesalahan? Siapa mampu membantah logika mereka? Kelompok Belakangan dapat dijumpai di setiap toko atau di setiap jalan. Mereka berjalan santai dengan busana longgar. Mereka menikmati tiap artikel dalam majalah mana pun yang sedang terbuka, menata ulang perabotan rumah, nimbrung ke dalam percakapan seperti daun jatuh dari pohon. Kelompok Belakangan menikmati kopi di kafe-kafe sembari berdiskusi tentang kemungkinan-kemungkinan dalam hidup.
Kelompok Sekarang beranggapan bahwa dengan kehidupan yang abadi mereka bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan. Ada tumpukan karir yang jumlahnya tak terhingga, menikah dalam kali kesekian yang tak terbayangkan, dan pandangan politik terus berganti. Setiap orang dapat menjadi penasihat hukum, tukang batu, penulis, akuntan, pelukis, ahli fisika, petani. Kelompok Sekarang secara teratur membaca buku-buku terbaru, belajar tata cara perdagangan baru, bahasa-bahasa baru. Demi mencucup sari madu kehidupan yang tak terbatas itu, mereka bangun lebih pagi dan tak pernah bergerak lamban. Siapa meragukan logika semacam ini? Kelompok Sekarang gampang dikenali. Merekalah pemilik kedai-kedai kopi, profesor di kampus, dokter dan perawat, politikus, orang-orang yang tak henti-hentinya menggoyangkan kaki saat duduk bersandar. Mereka bergerak dalam rangkaian kehidupan dan berusaha untuk tidak kehilangan setiap hal. Ketika dua orang dari Kelompok Sekarang bertemu di pilar bersegi enam di Pancuran Zahringer, mereka saling berkisah tentang kehidupan mereka, saling bertukar informasi dan melirik jam tangan mereka. Ketika dua orang dari Kelompok Belakangan bertemu di lokasi yang sama, mereka merenungkan masa depan dengan mata mengikuti gerak air yang membentuk lingkaran.

~ Saya si Pembaca Buku

27.7.10

How to Speak Dragonese


ISBN: 978-0-316-08529-8
Judul: How to Speak Dragonese, Book 3 from How to Train a Dragon Series
Penulis: Cressida Cowell
Penerbit: Little, Brown Company
Harga: Gratis, pinjam Restu














I look at these things and I remember, and what I remember most clearly is the moment when the balloon rose out of the jabber and hullabaloo of the prison of Fort Sinister and into the clear blue sky like a perfectly round bubble of happiness, or a balloon of thought.
I remember the quiet stillness of that moment, floating free of all care and worry, suspended magically in the endless nothingness of the air below and above us.
I remember my child-self looking down over the rim of the basket and seeing my entire world laid out beneath me like a map in a made-up story. For the first time I saw that the place where I lived and struggled and worried was part of an Archipelago of staggering beauty: hundreds of tiny green islands set in a shimmering blue sea.
And suddenly I realized with such clearness what pinpricks we were on this ocean universe. What swaggering insects! What posturing amoebas!
But size isn't everything, as I am always telling Snotlout. However small we are, we should always fight for what we believe to be right. And I don't mean fight with the power of our fists or the power of our swords. That has always been the problem with us Vikings. I mean the power of our brains and our thoughts and our dreams.
And as small and quiet and unimportant as our fighting may look, perhaps we might all work together like the numberless armies of Ziggerastica, and break out of the prisons of our own making. Perhaps we might be able to keep this fierce and beautiful world of ours as free for all of us as it seemed to be on thet blue afternoon on my childhood. 
~ Hiccup Horrendous Haddock the Third  

~ Saya si Pembaca Buku

23.7.10

The Last Olympian


ISBN: 978-0-141-32128-8
Judul: Percy Jackson & The Last Olympian
Penulis: Rick Riordan
Penerbit: Puffin Books
Harga: Gratis, pinjam Restu

Akhirnya, petualangan saya bersama Percy Jackson dan Annabeth Chase berakhir di buku kelima. Di buku ini adalah puncak pertarungan antara Percy Jackson, Camp Half-Blood, dan The Olympians dengan Kronos The Titans. Segala macam monster disebut di sini.. dan seperti biasa, the hero is our Percy Jackson himself. Heran juga ya.. Dipikir-pikir, Kronos itu kan dewa, monster-monster itu umurnya juga udah ribuan tahun, tetap saja Percy Jackson mampu menumpas semuanya. Hehehehe...

Terlepas dari ketidakseimbangan atau ketidaklogisan yang terjadi, ada romansa-romansanya pula di buku ini. Siapa lagi kalau bukan antara Mas Percy dan Mbak Annabeth.. yipee... (saya sangat suka cerita romantis). Hihihi..

Walaupun tidak sefenomenal Harry Potter Series, seri ini layak diikuti untuk membaca rileks.. :D 

~ Saya si Pembaca Buku

20.7.10

The Battle of The Labyrinth


ISBN: 978-0-141-32127-1
Judul: Percy Jackson & The Battle of The Labyrinth 
Penulis: Rick Riordan
Penerbit: Puffin Books
Harga: Gratis, pinjam Restu 

Mumpung semangat membaca sedang menggebu-gebu, saya hajar saja buku pinjaman dari Restu ini. Saya suka buku ini karena ada romantis-romantisnya sedikit antara Percy dan Annabeth. Agak-agak menantang untuk berimajinasi karena pertarungannya terjadi di dalam labirin. Annabeth yang kali ini memimpin Quest. Seperti biasa, the hero win (for now). Membaca buku ini seperti membaca dongeng Yunani yang penuh dengan dewa-dewi. Dewa-dewi digambarkan seperti manusia. Huakhahahaha..

Benar-benar fiksi, tidak haram (asal diiringi dengan kebijaksanaan :P) untuk dibaca, cocok untuk dibaca saat menunggu atau menghabiskan waktu di angkot yang tak kunjung maju. Hehehe..

Tidak sabar untuk pinjam buku yang kelima (dan terakhir). 

~ Saya si Pembaca Buku

19.7.10

The Titan's Curse


ISBN: 978-142310148-2
Judul: Percy Jackson & The Olympians - Book Three - The Titan's Curse
Penulis: Rick Riordan
Penerbit: Disney Hyperion Books
Harga: Gratis, pinjam Restu
Five shall go west to the goddess in chains,
One shall be lost in the land without rain,
The bane of Olympus shows the trail, 
Campers and Hunters combined prevail, 
The Titan's curse must one withstand, 
And one shall perish by a parent's hand.
Ramalan dari Oracle di atas menjadi awal dari petualangan Percy Jackson dan kawan-kawannya. Sudah saya kira, jika bisa dirangkum seperti apa petualangan yang terjadi, ya seperti ramalan itulah. Namanya juga buku fiksi. Seringkali kita sudah bisa menerka apa yang akan terjadi pada sisa buku. Tapi, keseruan buku ini justru terletak pada detailnya. Lupakan semua terkaan, nikmati saja bukunya. Fiksi remaja memang menyenangkan. Hehehe.. 

~ Saya si Pembaca Buku

16.7.10

How to Be a Pirate


ISBN: 978-0-316-08528-1
Judul: How to Be a Pirate, Book 2 from How to Train a Dragon Series
Penulis: Cressida Cowell
Penerbit: Little, Brown Company
Harga: Gratis, pinjam Restu

Harusnya saya baca buku pertamanya dulu. How to Train a Dragon. Tapi karena waktu saya pinjam, Restu bawanya buku kedua, jadilah saya baca buku kedua dulu. Buku ini sudah teronggok lama, baru saja selesai terbaca. Buku ini adalah salah satu dari banyak buku yang bercerita tentang bagaimana Hiccup menjadi bajak laut Viking.. Hohohoho... 

Gak seru kalau diceritakan semuanya. Ada satu quote yang saya sangat suka.. Begini kiranya..
"I dream of a time in the future when men will be able to own such beautiful and dangerous things and use them wisely."
~ Gimbeard the Ghastly from How to Train Your Dragon - How to be A Pirate 
Buku yang menyenangkan dan seru.. :D

~ Saya si Pembaca Buku

21.4.10

Masih Membaca

Sudah lama tak menulis di blog ini. Bukan berarti aku tidak terus membaca. Namun, kemampuan menulis yang tidak diasah, membuatku minder untuk menuliskan apa yang kudapat dari yang kubaca.

Beberapa buku akhirnya berhasil dilahap. Memang membaca itu tidak perlu dipaksa, ikuti saja perasaanmu, pilih buku, dan mulailah membaca. Hmm.. sedang terpikir untuk mulai membaca tidak dari halaman pertama, tapi dari tengah. Mungkin seru juga..

Tetaplah membaca, Mona!!

~ Saya si Pembaca Buku

22.1.10

Around the World in 80 Days



ISBN: 978-1-4027-3689-6
Judul: Around the World in 80 Days
Diadaptasi oleh: Deanna McFadden dari karya Jules Verne
Penerbit: Sterling Publishing Company

Saya memang tidak membaca versi aslinya. Saya hanya membaca versi adaptasi dari versi aslinya. Novel ini ditulis ulang dengan bahasa yang lebih mudah untuk dimengerti dan memang bahasanya jadi lebih dimengerti. Membacanya saja sudah sangat seru, membangkitkan semangat saya untuk berkeliling dunia. Jika mengikuti rutenya Philleas Fogg di masa kini, mungkin tidak akan sampai 80 hari lagi untuk keliling dunia.

Namun justru di perjalanan itulah cerita sesungguhnya yang terjadi. Keseruannya dan pengalaman yang tidak mungkin akan tergantikan. Salah satu sastra klasik yang wajib dibaca. Entah kapan saya akan sempat untuk membaca versi aslinya. Hehehe..

~ Saya si Pembaca Buku






The Lovely Bones


Judul: The Lovely Bones (Tulang-Tulang Cantik)
Penulis: Alice Sebold
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 48.000,-

Membaca The Lovely Bones seperti menonton film, walaupun saya belum menonton filmnya. Sangat runtun dan saya bisa membayangkannya seperti menonton film di imajinasi saya. Kisahnya ditulis dari sudut pandang si gadis yang terbunuh setelah diperkosa oleh tetangganya. Bagaimana dia menjalani harinya dan mengawasi orang-orang yang dia sayangi dari alam baka.

Dari segi cerita, disebut kelam, tidak juga. Walau memang, cerita tentang seorang gadis yang dibunuh setelah diperkosa lalu mayatnya dimutilasi dan di kubur di berbagai tempat yang terpisah jelas merupakan sebuah tragedi. Sebuah kematian (bagaimana pun caranya) juga adalah sebuah tragedi. Novel ini bercerita tentang satu kematian dan bagaimana hidup dari keluarga yang ditinggalkannya menjalani hidupnya setelah mengalami tragedi itu. Happy ending? Mungkin tidak. Sad ending? Tidak juga. Novel ini berakhir dengan normal. Keluarga dari gadis itu akhirnya bisa kembali ke kehidupan normalnya, walaupun harus dicapai dalam waktu yang cukup lama.

~ Saya si Pembaca Buku

13.1.10

Heart Block


ISBN: 979-780-385-6
Penulis: Okke 'Sepatumerah'
Penerbit: GagasMedia
Harga: Rp 30.000,- (kalau beli di sini bisa dapat Rp 25.500,- plus tanda tangan)

Pertama kali tahu tentang buku ini dari e-mail. Dari dulu mbak Okke adalah salah satu penulis yang lumayan saya ikuti. Jadi, ketika mendapat e-mail itu saya sudah menulis dalam hati, "Okeh, ini buku selanjutnya yang akan kubeli". Belum sempat terbeli, eh, saya punya sahabat sudah baca duluan dan membuat ulasan tentang buku ini di blog bukunya. Makin panaslah saya bisa keduluan baca sama sahabat saya ini. Hehehe..

Akhirnya terbeli dan akhirnya terbaca.

As always, mbak Okke kalau menulis biasanya ceritanya mengalir dan membuat si pembaca tidak sadar tiba-tiba sudah habis setengah buku. Saya menghabiskan setengah buku ini dalam perjalanan di taksi antara Gramedia Matraman dan Stasiun Gambir. Huakhahahaha...

Idenya tidak biasa, untuk gaya bercerita yang ringan. Tidak seperti novel-novel penulis muda Indonesia lainnya yang berkutat dengan cerita cintanya, novel ini membawakan ide yang berbeda. Penekanan cerita lebih ke writer's block yang dialami Senja sang karakter utama. Walaupun ada kisah cintanya juga, pada akhirnya saya lebih terkesan pada cerita tentang proses pencarian jiwa menulis si Senja.

Secara keseluruhan, bukunya menarik. Ringan dibaca, tapi tetap ada pesan yang tersampaikan. Khasnya mbak Okke banget.

~ Saya si Pembaca Buku

31.12.09

Tales from The Road


Penulis: matatita
Penerbit: Bentang Pustaka
Harga: Rp 28.500,-

Salah satu mimpi saya dari kecil adalah keliling dunia. Menikmati indahnya ciptaan Allah (dan ciptaan dari ciptaan-Nya) di bumi ini secara langsung. Manusianya, budayanya, keindahan alamnya, nuansanya, semuanya. Makanya, salah satu jenis buku yang rajin saya cari adalah travelogue atau travel literature, yaitu rekaman perjalanan penulis dan pengalamannya.

Salah satunya adalah buku ini. Travelogue Matatita tentang cerita perjalanan ke tempat-tempat yang pernah dikunjunginya. Membaca cerita seseorang adalah salah satu cara untuk mengerti sang penulis, dan membaca travelogue ini, membuat saya sedikit mengerti bahwa Matatita sangat menikmati jalan-jalan. Hehehe..

~ Saya si Pembaca Buku

30.12.09

Feel





Pengarang: Wulan Guritno, Adilla Dimitri
ISBN: 978-979-19624-9-0
Jumlah halaman: 244

Harga: Rp 48.000,-
Soft cover

Novel ini tentang mencari tujuan hidup. Saat Kanya dihadapkan dengan pertanyaan besar di hidupnya, "Apa yang aku inginkan?". Pertanyaan sederhana dengan jawaban yang jauh dari sederhana. Kanya seperti manusia-manusia berumur 20-30 tahun lainnya yang sedang hobi mengalami quarter-life crisis. Terpaksa mencari tujuan hidupnya karena suatu kehilangan, dan ya.. pada akhirnya Kanya menemukannya walaupun harus melewati kehilangan yang lainnya.

Wulan dan Adilla menuliskannya dengan tutur kata yang menarik, membuat si saya ini mampu menghabiskannya dalam waktu kurang dari dua jam. Hehehe..



~ Saya si Pembaca Buku

11.12.09

SE7EN Heroes


Penulis: Ben Sohib
Penerbit: Bentang Pustaka
Harga: Rp 57000.00
ISBN: 978-979-1227-80-3

"Kenapa, orang-orang hebat ini—para pahlawan yang berjuang dalam kesunyian—hampir semuanya bukanlah orang berlebih. Bila tidak kekurangan materi, mereka memiliki kekurangan fisik atau bahkan keduanya sekaligus. Namun, justru dalam keterbatasan itu mereka mampu dan mau melakukan tindakan yang banyak dihindari orang lain."

Inspiring book about inspiring heroes. Mereka pahlawan di bidangnya masing-masing, pahlawan bagi masyarakat sekitarnya, dan pahlawan yang menginspirasi kita untuk menjadi pahlawan.

Buku ini adalah tentang Gendu Mulatif (yang sudah merawat hampir 10.000 orang gila), Didik Nini Thowok (yang selalu mengembangkan dan melestarikan dunia tari Indonesia), Andi Rabiah (suster apung), Maria Gisela Borosca aka Mama Putih (mama yang membaktikan diri untuk merawat penderita kusta di Flores berpuluh-puluh tahun lamanya), Wanhar Umar (guru sekaligus kepala sekolah di SD terpencil di Muara Enim, Sumatera Selatan), Baba Akong (yang selama belasan tahun menanam bakau di Maumere sampai 23 hektar, sang pahlawan ekologi), dan Sugeng Siswo Yudono (yang membuat kaki palsu dan menginspirasi program 1000 kaki palsu).

Mereka memiliki keterbatasannya masing-masing. Mau itu fisik, materi, maupun keduanya. Tapi mereka tetap bisa menjadi pahlawan. Lalu, apakah kita yang tidak dibatasi seperti mereka terbatasi, apakah mampu menjadi pahlawan seperti mereka?

~ Saya si Pembaca Buku

24.11.09

Cinderella (as if you didn't already know the story)


ISBN: 0-375-83620-9
Penulis: Barbara Ensor
Penerbit: Schwartz & Wade Books, New York
Harga: Rp 150.000,- di Times
Tebal: 111 halaman
Hard Cover

Another Cinderella story, I guess.. and it is. Cinderella dari sudut pandang yang berbeda (lagi). Saya tidak pernah bosan dengan dongeng klasik, walaupun sudah berulang-ulang kali diceritakan dan dibuat berbagai macam versinya. Jadi, jika pun ada versi lainnya tentang dongeng ini, saya akan dengan bersemangat untuk membacanya. Hehehe..

~ Saya si Pembaca Buku

22.11.09

The No. 1 Ladies' Detective Agency


ISBN: 1-4000-3477-9
Penulis: Alexander McCall Smith
Penerbit: Anchor Books, 2002
Harga: Rp 25.000,- di Gramedia Bargain Books
Soft Cover

Buku ini tidak sengaja terbeli. Hehehe.. Sepertinya bagus, ya sudah, saya beli saja. Setelah dibaca, cukup menyenangkan. Seperti bercerita. Bukan tipikal cerita detektif seperti buku-bukunya Agatha Christie yang detail dengan kisi-kisi pembunuhannya, tapi lebih bercerita tentang keseharian Mma Ramotswe, sang detektif. Buku ini mengenalkan Afrika pada pembaca. Ternyata Afrika tidak sekedar dunia ketiga yang panas dan gurun yang gersang. Buku ini humanis, menceritakan Afrika dari orang-orangnya.

Sebaiknya dibaca tanpa diawali dengan ekspektasi apapun, terutama ekspektasi cerita detektif macam Miss Marple-nya Agatha Christie. Karena akan sangat berbeda. Buku yang menarik dan menyenangkan.
"Every man has a map in his heart of his own country and that heart will never allow you to forget this map." ~ Alexander McCall Smith
~ Saya si Pembaca Buku

28.10.09

Outliers


ISBN: 9789792244762
Penulis: Malcolm Gladwell
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 60.000,-
Soft Cover

Buku ini adalah buku yang berhasil membuat adek yang tidak suka membaca buku non fiksi menjadi tertarik untuk membaca buku Malcolm Gladwell lainnya (Tipping Point dan Blink). Plokplokplok... Applause for Mr. Malcolm Gladwell.

Setelah khatam membacanya, memang wajar mengapa buku ini bisa menjadi sangat menarik untuk adekku. Mr. Gladwell dalam buku ini menguraikan bahwa kesuksesan itu sebenarnya bukan tergantung pada faktor keberuntungan, melainkan semua bisa diramalkan dari tanggal lahirnya. Kesuksesan yang terjadi pada seseorang merupakan akumulasi dari kesempatan yang didapatkan selama hidupnya. Seseorang bisa sukses tidak hanya karena dia pintar, berbakat, kaya, atau beruntung saja, tapi karena dia diberikan kesempatan yang berbeda dibanding orang umum.

Kesempatan itu terkadang merupakan sesuatu yang sangat langka untuk diraih, namun ada saja orang-orang yang begitu dekatnya dengan kesempatan itu namun tidak meraihnya. Allah Maha Adil. Tak ada yang tahu apa yang direncanakan-Nya. Membaca buku ini membuatku berpikir ulang tentang keseluruhan hidupku selama ini dan sedikit banyak membuatku mengerti, "Ah, ternyata saat itu harus begitu karena begini..". Hehehe..

Sip ah..

~ Saya si Pembaca Buku

26.10.09

That Silent Summer


Penulis: Elaine Medline
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 27.500,-
Ukuran: 13 cm x 20 cm
Tebal: 184 halaman
Terbit: 2008
Soft Cover

Buku tipis ini aku habiskan selama seminggu lebih. Bukan karena ceritanya tidak menarik, tapi memang karena waktu yang aku curahkan untuk membaca sudah jauh berkurang. Ceritanya sendiri cukup menarik. Minnow si gadis keriting menghabiskan musim panasnya di rumah neneknya, Yanny yang ditemani oleh Anna dan Cliff (kakak dan adik dari neneknya).

Ide ceritanya sederhana, bagaimana anak kota menghabiskan musim panas di rumah neneknya yang terletak di pedalaman. Walau begitu, cerita ini mengingatkanku pada masa liburanku di waktu kecil, yang tidak pernah kulewatkan bersama Nenek Kakek. Hehehe..

Mbah Kung dan Mbah Putri dari Bapak rumahnya di Blora, sedangkan yang dari Ibu ada di Semarang. Aku, di Bandung. Bertemu cuma lebaran saja, itu pun sampai kelas 5 SD, setelah itu sudah tidak ada lagi yang dikunjungi. Kadang aku iri dengan teman-temanku yang lain, menghabiskan masa liburannya di rumah nenek. Sehingga mereka bisa dengan mudahnya mengerjakan tugas liburan mengarang indah. Huakhahaha..

Kembali kepada Minnow. Cerita Minnow ini memiliki pesan bahwa tidak semua di dunia ini perlu dikatakan. Terkadang sedikit bicara itu lebih baik daripada terlalu banyak bicara. Pada satu saat, kita membutuhkan waktu untuk berpikir tenang dalam diam, tanpa suara. Karena kadang, tanpa suara, semua terlihat dan terasa lebih indah.

Hmmm..

~ Saya si Pembaca Buku

14.10.09

The Magician's Elephant


Penulis: Kate DiCamillo
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Harga: Rp 25.000,-
Ukuran: 13.5 x 20 cm
Tebal: 152 halaman
Terbit: September 2009
Soft Cover

ISBN: 978-97922-4943-9

Aku membeli buku ini karena beberapa alasan, yaitu:
1. Pengarangnya adalah Kate DiCamillo yang terkenal dengan The Tales of Desperaux-nya itu.
2. Aku selalu suka membaca novel anak.
3. Karena kebetulan lagi di toko buku dan seperti biasa, rasa ingin membeli buku yang kuat itu pun muncul. Hehehe..

Inti dari buku ini adalah kekuatan keyakinan. Dengan keyakinan yang kuat, sesuatu yang tidak mungkin terjadi dapat terjadi (misalnya seekor gajah muncul dengan tiba-tiba).

Mungkin ini seperti kata Tung Desem kali ya, jika kita memiliki keinginan yang kuat, seluruh alam semesta akan mendukung keinginan kita. Benarkah?

Hmm.. wallahua'lam.. Aku hanya tahu jika kita memiliki sebuah mimpi, kita tidak bisa hanya berdoa atau sekedar menyimpannya kuat-kuat dalam hati. Mimpi dapat terwujud jika kita memulainya. Kalau kata Confucius, "A journey of a thousand miles begins with a single step". Aku tidak memungkiri kekuatan do'a, cuma aku pun yakin, Allah menyukai hamba-Nya yang mau berusaha.

Saat aku membaca buku ini adalah saat dimana aku sedang menapaki sebuah mimpi. Buku ini dengan sederhananya menyampaikan bahwa, raihlah mimpimu, kuatkanlah keinginanmu, dan teruslah berusaha. Seringkali dalam hidup ini manusia dengan mudahnya menyerah atas suatu keadaan. Pada akhirnya mereka cuma bisa berandai-andai, "Bagaimana kalau.. Bagaimana kalau..".

Bagaimana kalau itu terjadi karena apa yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Sigh..

Dream big, believe in yourself, work hard and pray hard to reach your dream..

~ Saya si Pembaca Buku

11.10.09

Buku(ter)BacaBuku

Sebagian besar orang pasti memiliki sesuatu yang bisa membuat pertahanannya runtuh. Mau itu dalam bentuk kebiasaan, barang, perilaku, sampai hal-hal yang terlarang. Itu teori pertama. Teori keduanya adalah wanita paling tidak mampu menahan dirinya dalam urusan belanja. Jelas. Fakta umum. Bukan sekedar teori. Hehehe..

Baik teori pertama maupun yang kedua, aku tak mampu menyanggahnya. Karena keduanya benar adanya, paling tidak padaku. Huakhahaha..

Buku adalah godaan terbesar bagi seorang Mona Luthfina.

Cara paling gampang untuk mengajakku menghabiskan uang dalam waktu singkat adalah tarik saja ke toko buku. Hehehehe..

Belanja buku? Bagus dong, Mon...

Iya, kalau semua buku itu dibaca. Hehehe..

Jeleknya, si saya ini senang membeli buku tapi mengalami penyakit degradasi kemampuan membaca banyak dalam waktu cepat. Penyakit yang umumnya terjadi setelah kuliah. Hehehe..

Nah, akhirnya dibuatlah si blog ini. Si blog ini adalah salah satu solusi si saya untuk memotivasi si saya membaca buku-buku yang telah menumpuk (rekor sampai 60 buku lebih yang terbeli tapi belum terbaca..ckckck..). Karena seperti penyakit kronis lainnya, akan sangat berbahaya jika penyakit ini tidak segera ditanggulangi.

Lalu, apa sih isinya si blog ini?

Jadi, rencananya aku harus membaca semua buku tertumpuk itu. Setelah dibaca, aku harus menulis apa isi dari buku itu. Semacam buat resensilah, di blog ini. Begitu...

Semoga bisa konsisten (penyakit lainku adalah inkonsistensi. Huakhahaha..), semoga bisa terus membaca, dan bisa terus belajar. Amiinn..

~ Saya si Pembaca Buku